Awal mula manusia bisa memperoleh perkembangan peradaban adalah dari belajar.
Pada tulisan ini saya hanya mengambil kisah belajar di zaman Nabi Adam As, ketika suatu saat terjadi perkelahian antara kedua putra Nabi Adam As, Habil dan Qabil, perkelahian ini terjadi karena Qabil merasa iri dengan saudaranya itu, dimana Habil mendapatkan istri yang lebih cantik dari Qabil, dan juga karena iri terhadap amal saudaranya itu, kejadian ini mengakibatkan terbunuhnya Habil. Setelah terbunuhnya saudaranya, rasa sesal dan bingung pun menghapiri Qabil, bingung karena tidak tahu harus diapakan jasad saudaranya itu, akhirnya atas petunjuk Allah Swt, dikirimlah dua ekor burung yang saling membunuh, kemudian salah satu burung tersebut mati, burung itu kemudian mengais cakarnya ke tanah untuk menggali lubang, kejadian ini terus diamati Qabil, akhirnya ia pun belajar dari seekor burung tersebut bagaimana caranya menguburkan jasad saudaranya yang tak bernyawa lagi, yaitu dikubur, inilah salah satu manfaat bila kita ada niat untuk belajar.
Ingat ketika kita masih kanak - kanak, kita belajar berjalan, berbicara, dan belajar mengenali benda - benda yang ada di sekitar kita. Ketika kita mulai menduduki bangku sekolah, maka kita belajar beradaptasi dengan hal -hal yang baru, seperti teman, guru dan pelajaran itu sendiri. Ketika kita telah dewasa, maka proses belajar pun berlanjut, seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri.
Dengan belajar, manusia akan banyak tahu dan mendapatkan ilmu pengetahuan, ilmu inilah yang menjadi kendali seseorang dalam kehidupan. Orang yang mengerti seluk beluk pertanian, maka ia akan mudah memahami proses petanian dari pra panen sampai pasca panen. Orang yang paham akan ilmu kedokteran, maka ia tahu betul tentang anatomi tubuh manusia dan penyakit - penyakit yang kerap dideritanya. Tapi semuanya itu akan tidak ada artinya bila orang yang berilmu tersebut tidak dilandasi keimanan yang kuat terhadap agama yang dianutnya. Kerap kali hanya menuruti hawa nafsunya belaka.
Kembali pada belajar, suatu saat saya bertemu seorang warga negara India dan Srilanka,
dan berbincang - bincang dengan mereka, seorang berstatus sebagai dosen kedokteran dan satu lagi berprofesi sebagai teknokrat di negaranya masing - masing, ketika saya bertanya tujuan mereka datang ke indonesia, mereka menjawab untuk belajar. Ada seorang warga negara Pakistan yang sudah uzur, ketika ditanya oleh bagian imigrasi apa profesinya, maka ia menjawab, pelajar, padahal ia adalah seorang professor.
Melalui blog ini, saya pun belajar untuk menulis dan belajar memahami segala hal - hal yang berkaitan dengan dunia maya ini.
Akhirnya, belajar terus dan terus belajar sampai akhir hayat.
Salam Ta'zhim,
hamidfara_aza
